Speakiiing about looove, everywhere even though this month is not a valentine’s day.
Semua orang yang gw kenal, entah sedang patah hati ataupun sedang jatuh cinta, dan yang bikin gw miris, yang lagi jatuh cinta itu…rata2 orang yang sudah punya pasangan.
IT’S SOOOO UNFAIR!!!!
Maksudnya, gimana caranya orang2 yang sudah berpasangan dan sudah pada laku itu, berani2nya ikut campur dan terjun langsung kembali ke arena pedekate dan falling in love yang harusnya jadi area kami, para SINGLE LADIES ini?
Apa sih kelebihannya para perempuan yang sudah berpasangan ini dibandingkan kami2 yang masih single?
Bebas, sepertinya bebasan kami.
Penampilan fisik, oh boy, bisa dibilang kamilah juaranya. Ketika mereka sibuk mengurus anak, mengurus perut yang mulai melebar kekanan dan kekiri, sibuk mengurus suami, kami bisa dibilang lebih handal dan lebih oke mengurus diri kami masing2.
Palingan sih, kami ga bisa diapa2in, keterbatasan sentuhan fisik paling Cuma sampe diraba2, selebihnya sih…. Ada bekasnya juga, paling apes sih hamil. Cuma kan…..
Di rumah gw, ada istilah KMB aka konferensi meja bundar. Dikarenakan meja makan rumah memang bundar, dan kita punya kebiasaan ngobrol2 sambil dan setelah makan.
Dan KMB malam ini, sekali lagi membahas masalah…. None other than LOVE.
Ada yang merasa sakit karena dibohongi, ada yang ditinggal begitu saja, ada yang dengan ganasnya ditipu oleh temen sendiri, walaupun ada juga berita gembira dengan adanya satu orang yang lagi persiapan pernikahan.
Menyadari bahwa, gw merindukan yang namanya jatuh cinta, perasaan berdebar-debar ketika lelaki yang ditaksir online, nelpon atau Cuma sekedar sms iseng nanyain sesuatu hal yang ga penting. Kangen perasaan bodoh, ketika dia menjadi sosok superhero tiada cela ketika perasaan, hati dan pikiran kita dipenuhi virus tingkat atas yang namanya CINTA.
JUJUR AJA GW KANGEN SEMUA ITU
YANG GW GA KANGEN…PAS BAGIAN, BERANTEMNYA ITU.
Atau bagian ketika para pria menuntut saya untuk bisa membaca kemauannya. Boooo….emangnya gw muridnya mama Laurent apa? Bisa baca pikiran?
Walaupun kadang2 (oke seringnya) saya juga suka berlaku yang sama, suka sebel pas para pasangan ga bisa baca pikiran saya.
I miss it, but also I’m not ready to fall in love again, yet.
