Akhir – akhir ini gw ngerasa kayanya gw banyak kehilangan deh…. Kehilangan apaan ya si Rani ini? Ini dia listnya….
Kehilangan spontanitas
Udah jelas toh, di postingan sebelumnya gw udah cerita kalo gw kehilangan sekali spontanitas dalam hidup gw. Entah karena gw makin dewasa, makin tua, makin berumur atau gw udah terjebak dalam rutinitas yang membuat gw makin hanyut, dan ga punya lagi keberanian buat mendobrak keluar arena comfort zone gw. Hilangnya spontanitas juga membuat gw kehilangan….
Kehilangan kreatifitas
Hilang semuaaaaaaaaa…..
Dulu tuh tangan gw kaya punya pikiran sendiri. Gw bengong aje, secara otomatis tangan gw udah mengolah apapun yang ada depan gw. Cerita mengalir, lukisan terjadi, dan roncean kalung gw (i’m a big fans of beads anyway, walaupun sekarang sedang berkeinginan untuk mencoba druzy and cabuchons) pun muncul.
Sekarang tiap gw niat mau …. entah itu mau nulis review buku, mau membuat lukisan, mau membuat kalung….tekanan kemalasan gw begitu BESARnya…. panggilan buat berleha2 di tempat tidur sambil ngemil and baca buku JAUH LEBIH BESAR dibanding keinginan gw buat memutar otak gw biar ga karatan. Anyway, gw baru aja baca tulisan mba ini di blognya, yang kira2 bilang begini… dia rindu mau menulis review, tapi selaluuuu adaaaaaa aja alasannya, sampai dia bilang apa dia perlu balik ke dunia akademis? Karena dunia akademis itu kan menuntut kita dengan deadline dalam menciptakan karya tulis yang bermutu dan analisis yang tepat.
Jadi kalo dipikir kayanya gw juga …. apa gw butuh balik ke dunia akademis? Biar gw punya deadline yang bikin sel2 otak gw bekerja kembali, biar pabrik ide dan pikiran bisa mengolah tulisan akademik dengan analisis yang tepat itu?
Tapi emang gw akuin, gw mengalami kemunduran TOTAL. Gw tuh…. duuuh kalo bisa dibilang lebay gila… gw udah ga bisa mikir lagi deh sekarang. Persoalan apapun yang membutuhkan logika, intuisi, analisis …. gw udah pasti bakal bermuka ikan mas koki a ka T.O.L.O.L banget.
Mungkin gw harus memulai review serius gw SECEPATNYA atau balik ke dunia pendidikan dengan mengambil my french course di CCF, biar otak gw kembali terbiasa menghadapi tekanan berupa pr and ujian akhir.
Btw gw juga ….
Kehilangan empati
Gw bukan tipe orang yang suka ngomongin orang (walaupun kadang2 khilaf),
Gw ga suka mencaci orang (walaupun kadang2 lidah selip),
Tapi bukan sekali dua kali gw mencela pemerintah karena kurang tanggap dengan nasib rakyatnya. dan gw sama sekali tidak mau menjadi manusia yang hobinya mencela tapi tidak berbuat sesuatu. Seperti halnya manusia2 yang gw kenal dan gw tau.
Tapi omongan tinggal omongan, niat tinggal niat….
Pada akhirnya gw berubah menjadi seperti salah satu dari mereka.
Rasa kemanusiaan gw hilang, begitupun empati gw.
Ketika gw mencela manusia karena tidak berempati pada manusia lain, maka gw mendapati diri gw berlaku seperti mereka. Gw cela karena mereka egois, maka egoislah gw.
Ampuni aku Tuhan!!! Mungkinkah diriMu mengingatkan aku agar tidak takabur, riya dan sombong?
Begitu sayangnya Dia padaku…. masih diingatkan-Nya gw pada kebobrokan gw, tapi tetep cueklah gw pada ajaran-Nya. Jangan sampai gw ditinggalkan oleh-Nya…hiiiiy, mendingan ditinggal pacar dibanding ditinggal Tuhan.
Eh ngomongin pacar….gw baru sadar gw juga kehilangan…..
Kehilangan rasa suka pada orang
Hum….. how much i missed those moment.
The moment when you felt a butterfly in your stomach whenever you dialed his number, your heart thump like a trapeze player swinging around in your heart when he smiled at you, looked at you, whispering in your ears and told to you in a very soft voice that you, the only one could heard,…. Je t’aime…. I love you….., I missed that.
A sparks of jealous when he told you that he met a very beautiful lady, or when he helped some woman, you afraid that he might turn away from you…. It’s beautiful……
Those feeling…..
Stupid sometimes, make you acted like a teenager one no matter how old are you.
I guess it’s been one years since the last time I felt that…..
Funny….
I suffer from this feeling long enough….
But when I started to date someone, and another…. Even I can’t survive for more than one years.
The poisonous feeling….
Anyway…. Gw…. Sedang….krisis bacaan…. Duuuh!!! Kayanya udah 3 bulan berlalu semenjak terakhir gw beli buku.
Sedih….
Lebih merana dibanding diputusin pacar…. Kalau di dunia gw ga ada buku baru…..
Anyway list buku yang udah terbit dan GW BELUM PUNYA itu adalah…..
Three cups of tea dan honeymoon with my brothers.
Oh budget bukuku!!!!!!!!!!
Dan….
Setelah era twilight saga berakhir, yang artinya gw udah puas baca and hunting semua serialnya…. (petualangan buku gila gw…. Dimana akhr tahun 2008 ke awal 2009, gw habiskan dengan berburu buku satu ini…. 4 serial gw babat semua, kalah dah perburuan Harry Potter gw, mengingat Twilight Saga lebih gila)….
Gw itu kolektor buku ari 3 pengarang sebenarnya, Joostein Gaardner, Paulo Coelho dan Milan Kundera.
Joostein gaardner membuat gw pintar, karena semua bukunya walaupun fiksi, tetapi penuh muatan ilmu pengetahuan dan filsafat. Dunia Sophie misalnya adalah buku filosofi sejati, sementara Maya campuran antara filsafat dengan evolusi biologi. (baguslah buat gw yang kalo ketemu eksakta otak gw jadi mampet gila kaya selokan busuk).
Paulo Coelho adalah my self help trainer…. Semua bukunya, once again, fiction, even though some character based from the author personality, berisi kisah2 moral yang bisa membuat pembacanya bangkit dari apapun yang menjatuhkan dia.
Meanwhile Monsieur Kundera…. His books is my FAVOURITE EVER!!!!!!!!!!! No need to say anything about this man…I love all his writing.
Kalau gw mau ketawa ngekek gw akan baca bukunya Nora Ephron, I Felt Bad About My Neck, dan bukunya David Sedaris, Me Talk Pretty One Day.
Kalau gw mau merasa romantis, gw akan baca bukunya Audrey ninefegger, The Time Travellers Wife dan Twilight Saga …. Ya iyalah.
Gw punya buku2 lain yang akan gw baca dalam occasion berbeda.
Tapi …..
Bukunya Milan Kundera tetap numero Uno!!!!!!!!!!!!!!!!!